TUTORIAL "PITCH DECK"

 Jika kamu terlibat dalam pengembangan startup, memiliki pitch deck adalah penting. Tentu, kamu berharap perusahaan tempatmu bernaung mendapatkan pendanaan, bukan?

Nah, pitch deck adalah salah satu cara menunjukkan mengapa perusahaan layak mendapatkan pendanaan dan perhatian dari pihak lain.

Masih penasaran mengenai hal ini? 

Tenang, pada artikel ini, akan membahas mengenai pitch deck dan hal-hal yang perlu kamu perhatikan di dalamnya.




    • PENGERTIAN PITCH DECK

Pitch Deck biasanya didefinisikan ataupun diartikan sebagai presentasi singkat yang menggambarkan rencana bisnis dari sebuah bisnis atau starup. Pitch deck mempunyai peran yang sangat penting, bahkan biasanya dianalogikan sebagai sebuah ‘senjata” yang digunakan seorang founder dari sebuah ide bisnis untuk menjamin kesuksesan implementasi ide tersebut menjadi sebuah riil bisnis atau startup.


  • TUJUAN PITCH DECK
  1. Memperkenalkan sebuah bisnis kepada eksternal audiens
  2. Menyuguhkan kesan pertama yang aktratif dengan menunjukan ide bisnis atau perusahaan.
  3. membujuk dan meyakinkan


  • MANFAAT PITCH DECK

Yakni digunakan untuk menginformasikan atau melempar sebuah ide bisnis kepada calon pengguna (customer), co-founder (mitra bisnis), mitra usaha atau pihak-pihak lain yang dianggap dapat membantu atau menunjang pengembangan dari sebuah ide bisnis, maka pitch  deck dapat digunakan di setiap tahapan siklus bisnis atau startup. Pada pembahasan kali ini, penyusunan pitch deck hanya difokuskan pada tujuan menginformasikan bisnis atau starup kepada calon investor saja, dimana investor yang dimaksud adalah “institution investor”. (tidak termasuk anggel investor).


  • UNSUR-UNSUR PITCH DECK

Unsur-unsur yang terdapat disebuh pitch deck adalah sebagai berikut;

1. Cover; A one-line that defines your business

2. Problem; Illustrate the pain point

3. Solution; Describe how your solution makes your customers happy and does it better than others

4. Market Size; How big? How attractive? Which segment?

5. Product; Product line-up and its Unique Selling Point

6. Business Model; How you monetize the business and create long-term value for customer

7. Go to Market; How do you get customets?

8. Competition; Position, Differentiation and your competitive advantages

9. Traction; Achievement, Financial and Customer Qouters

10.Team; Why are you the right team to execute the plan

11.Call for Action; List out all your ASKs. How Much? For What?

12.Close; Sum up + contact to reach you quickly


  • TIPS AND TRICK PITCH DECK

Memperhatikan submateri-submateri diatas, berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun sebuah Pitch Deck;

1. Buat pitch deck yang terdiri atas 10 – 15 slide Saat melihat sebuah pitch deck, seorang investor sebenarnya hanya ingin melihat garis besar dari suatu produk atau jasa yang dipresentasikan. Waktu mereka biasanya tidak banyak, maka presentasi pitch deck harus singkat namun bisa memberikan gambaran yang jelas. Untuk itu, slide yang dipersiapkan pun tidak boleh terlalu panjang. Anda boleh saja menyiapkan sebanyak mungkin data untuk menunjang presentasi, namun jadikan data tersebut sebagai lampiran (appendix). Anda bisa menunjukkan data atau slide tambahan tersebut ketika sang investor meminta.

2. Pahami Materi Pitch Deck dengan BAIK Para investor ketika berhadapan dengan startup tahap awal biasanya tidak akan terlalu memikirkan akurasi data yang ditunjukkan para founder di dalam pitch deck. Mereka justru lebih ingin melihat bagaimana cara berpikir para founder dalam menemukan angka tersebut, dan bagaimana menghubungkannya dengan bisnis yang sedang dipresentasikan.

3. Gunakan ukuran huruf yang mudah terbaca Pitch deck bukanlah sebuah laporan atau skripsi yang akan dibaca kata per kata oleh sang investor. Mereka biasanya akan membaca sekilas untuk menghemat waktu, dan berusaha menangkap apa sebenarnya produk atau ide bisnis yang akan dikembangkan. Karena itu, sebaiknya sebuah pitch deck disusun dengan mengunakan ukuran font yang cukup besar (diatas 24) dan mengetengahkan point-point pentingnya saja.

4. Hindari penggunaan kata-kata yang rumit dan bertele-tele Selain untuk menghemat waktu, langkah ini pun perlu di lakukan agar sang investor bisa mudah memahami produk yang tengah dipresetasikan. Contoh kalimat rumit: “Kami membuat sebuah perpaduan teknologi kecerdasan buatan dan blockchain di dunia perbankan.” Contoh kalimat sederhana: “Produk kami memungkinkan orang yang tidak mempunyai rekening bank untuk bisa bertransaksi online.”

5. Pelajari pitch deck dari perusahaan lain Bagi founder yang baru pertama kali mendirikan startup, ada baiknya untuk mempelajari pitch deck yang buatan perusahaan lain, dan sukses mengantarkan pembuatnya mendapatkan pendanaan besar. Tidak perlu meniru seluruhnya, tapi cukup melihat cara mereka menampilkan data, lalu sesuaikan dengan kondisi startup Anda.

Itulah beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam membuat pitch deck. Nah, karena pitch deck adalah hal yang penting bagi perkembangan perusahaan, kamu harus membuatnya semenarik mungkin.







Komentar