KEMITRAAN USAHA ATAU BISNIS
- Pengertian Kemitraan Usaha
Kerja sama usaha antara usaha kecil dengan usaha menengah atau besar disertai pembinaan dan pengembangan dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuatkan dan saling menguntungkan
- Tujuan Kemitraan Usaha
tujuan ideal kemitraan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kemitraan secara lebih konkret yaitu
(1) meningkatkan pendapatan usaha kecil dan masyarakat,
(2) meningkatkan perolehan nilai tambah bagi pelaku kemitraan,
(3) meningkatkan pemerataan dan pemberdayaan masyarakat dan usaha kecil,
(4) meningkatkan pertumbuhan ekonomi perdesaan, wilayah dan nasional,
(5) memperluas kesempatan kerja dan
(6) meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.
- Manfaat Kemitraan Usaha
a) Produktivitas
Bagi perusahaan yang lebih besar, dengan model kemitraan, perusahaan besar dapat mengoperasionalkan kapasitas pabriknya secara full capacity tanpa perlu memiliki lahan dan pekerja lapangan sendiri, karena biaya untuk keperluan tersebut ditanggung oleh petani.
b) Efisiensi
Erat kaitannya dengan sistem kemitraan, perusahaan dapat mencapai efisiensi dengan menghemat tenaga dalam mencapai target tertentu dengan menggunakan tenaga kerja yang dimiliki oleh petani. Sebaliknya bagi petani yang umumnya relatif lemah dalam hal kemampuan teknologi dan sarana produksi, dengan bermitra akan dapat menghemat waktu produksi melalui teknologi dan sarana produksi yang disediakan oleh perusahaan.
c) Jaminan kualitas, kuantitas dan kontinuitas
Kualitas, kuantitas dan kontinuitas sangat erat kaitannya dengan efisiensi dan produktivitas di pihak petani yang menentukan terjaminnya pasokan pasar dan pada gilirannya menjamin keuntungan perusahaan. Ketiganya juga merupakan pendorong kemitraan, apabila berhasil dapat melanggengkan kelangsungan kemitraan ke arah penyempurnaan.
d) Risiko
Suatu hubungan kemitraan idealnya dilakukan untuk mengurangi risiko yang dihadapi oleh kedua belah pihak. Kontrak akan mengurangi risiko yang dihadapi oleh pihak inti jika mengandakan pengadaan bahan baku sepenuhnya dari pasar terbuka.
e) Sosial
Kemitraan dapat memberikan dampak sosial (social benefit) yang cukup tinggi. Ini berarti negara terhindar dari kecemburuan sosial. Kemitraan dapat pula menghasilkan persaudaraan antar pelaku ekonomi yang berbeda status.
f) Ketahanan ekonomi nasional
Usaha kemitraan berarti suatu upaya pemberdayaan yang lemah (petani/usaha kecil). Peningkatan pendapatan yang diikuti tingkat kesejahteraan dan sekaligus terciptanya pemerataan yang lebih baik, otomatis akan mengurangi timbulnya kesenjangan ekonomi antar pelaku yang terlibat dalam kemitraan yang mampu meningkatkan ketahanan ekonomi secara nasional.
- Jenis-Jenis Kemitraan Usaha
Sistem Bagi Hasil
Bagi hasil merupakan system paling sederhana dan paling sering terlihat dalam kemitraan. Biasanya system ini memanfaatkan relasi, teman atau keluarga. Bila relasi bersedia memodali ide usaha anda, kemudian hanya tinggal mengatur kesepakatan dalam membagi persenan keuntungan.
Sistem Peluang Usaha/ Business Opportunity
Prinsipnya adalah pemegang suatu merek menjual merek kepada seseorang untuk dijalankan dan sepakat membagi keuntungannya untuk si pemegang merek. Hampir sama dengan waralaha, namun system ini memiliki persyaratan yang lebih sederhana.
Sistem BOT
Sistem Build, Operate and Transfer (BOT) ini sering dipakai oleh entrepreneur yang terjun dalam instrument property tetapi belum memiliki lahan yang memadai. Modal utamanya yang harus dimiliki adalah kemampuan melobi pemilik tanah untuk diajak bekerja sama. Dalam prosesnya terdapat dua tahap, pertama ada operasional. Berarti pemilik lahan menyerahkan tanahnya untuk dibangun dan dioperasikan oleh bidang usaha tertentu dengan jangka waktu tertentu. Kedua adalah tahap transfer, di mana pihak yang mengajak kerja sama mengembalikan sepenuhnya bangunan kepada pemilik lahan setelah perjanjian kerja sama berakhir.
Sistem Patungan
Biasa juga disebut sebagai Joint Venture. Sistem patungan antara beberapa orang ini dilakukan secara legal. Sedikit berbeda, selain keuntungan yang dibagikan, kegagalan dan kerugian juga akan ditanggung semua orang yang bergabung dalam system ini.
- Strategi Kemitraan Usaha
(a). Membangun Jejaring Kerja bukan sekedar bertukar kartu nama dan berkenalan.
(b). Jadilah pendengar yang baik.
(c). Upayakan dalam 72 jam kita harus berusaha menjalin komunikasi dengan mereka agar mereka tidak melupakan kita begitu saja.
(d). Bersikap sabar tetapi aktif dan proaktif dalam memberi.
(e). Bersikap lebih cerdas dan selalu menyampaikan informasi yang akurat dan apa adanya.
(f). Kesinambungan komunikasi.
(g). Menjadi anggota komunitas tertentu seperti forum HIPKI, HISSPI, HIPMI, Komunitas Entrepreneur dan sebagainya untuk menambah relasi dan memperlus wawasan.
(h). Peduli lingkungan.
(i). Membangun citra diri sebagai wirausaha.
(j). Masuk ke lingungan organisasi profesi
- Penerapan Kemitraan Usaha
Yang harus di lakukan:
1. Mengembangkan usaha yang telah di mulai
2. Membuka dan merintis kemitraan usaha
3. Menata tempat usaha
4. Merintis produksi dan pemasaran hasil
5. Menata potensi usaha yang ada
Untuk menentukan usaha yang akan di lakukan:
1. Melakukan analisis bisnis dan menghitung resiko biisnis
2. Memulai usaha dan menghitung resiko bisnis
3. Memulai usaha dan mengelola usaha secara cerdas
4. Menentukan strategi-strategi bisnis
5. Melakukan kemitraan bisnis
Komentar
Posting Komentar